Manusia Menjadi Tuhan Gara-Gara Teknologi, Mengerikan Atau Menyenangkan?


Yok, belajar sains dan tehnologi bareng okeplay777 .

Tehnologi yang makin cepat membuat manusia seolah tidak senang dengan membuat semua keringanan. Pikirkan, jika saja tehnologi terus terbentuk dengan pengetahuan sains yang makin prima karena itu apa manusia dapat dikatakan sebagai Tuhan oleh alat ciptaannya?

Manusia benar-benar sangat kompleks penuh paradoks dalam hidupnya, bahkan juga akal pemikiran manusia berikut yang memberi sebuah warna di kehidupan.

Dari hati emosional, sampai logis yang mereka datangkan di dalam peradaban sosial memberi peradaban yang bekerja maju, dan terbentuknya beberapa hal yang baru.


Dengan pengetahuan sains dan tehnologi, karena itu manusia bergerak cepat untuk ke arah keruntuhan di kehidupan atau kebalikannya kenyamananan di kehidupan.

Karena manusia terus berubah jadi hal yang baru, bahkan juga mengusahakan suatu hal yang baru itu jadikan keringanan buat mereka di masa datang.

okplay77 contohkan , surat yang dahulu diantarkan oleh satu ekor burung merpati, lalu berbeda karena ada pak pos yang awalannya mengginakan sepeda ontel di tengah era 19 beralih menjadi kendaraan motor. Lantas surat untuk info itu dengan tehnologi yang dibuat dapat semakin cepat s/d ada telephone, lalu ada pula berbentuk tulisan yang disebutkan sms.



Sesudah era 20, surat sudah tidak dipakai kembali karena handphone telah berkembang. Pengantar masih dipakai cuma untuk mengirimi barang bukan sebuah info, atau pernyataan yang dahulu lebih dekat lewat surat.

Peralihan-perubahan pembuatan yang sudah dilakukan manusia pasti memberi imbas pada manusianya tersebut, di masa datang manusia semakin lebih dimanja dengan kecepatan, keakuratan, dan kenyamanan.

Tetapi risikonya bisa banyak tugas yang lenyap dengan dunia yang makin hebat, karena itu manusia akan menyesuaikan dengan hal tersebut. Di masa datang, saat semua tehnologi terus diperkembangkan untuk capai semua kenyamanan yang diharapkan.

Dengan membuat surga di dunia, saat ingin apa saja dapat didapat secara mudah tanpa kerja keras. Semua alat hebat telah memberikan dukungan manusia supaya tidak kebanyakan kegiatan, minimal pucuk tehnologi telah terbentuk dengan AI Governance Sistem. Fantasi manusia sudah tercukupi, apa saja yang bisa dipikirkan, minimal berikut surga yang dibuat manusia tersebut.



Karena itu yang terjadi seterusnya merasa tidak senang yang alami, akan kembali dengan kenyamanan yang dibuat dengan rasa jemu. Karena manusia akan kehilangan rasa senang dan kepuasan batin, karena apa yang dirasa sekarang ini terlampau gampang.

Tiduran akan jadi jemu, kehidupan makin tidak membahagiakan dan berandai jika saja hidup di masa lalu pasti tidak jemu semacam ini. Utopia Paradoks, kemungkinan tersebut hal yang dapat dipasangkan dalam kasus ini.

Seandainya Tuhan sudah jemu! Karena itu, apa yang terjadi dengan ciptaannya? Karena manusia di masa datang kelak terus akan usaha jadi Tuhan.

baca artikel seru lain nya disini

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*